Dua bahan filamen yang paling sering dipakai sebagai support material adalah PVA dan HIPS. Ini disebabkan karena sifat PVA dan HIPS yang bisa dilarutkan. Apa beda PVA dan HIPS?

PVA (PolyVinyl Alcohol) adalah material yang banyak digunakan dalam glue stick. Memiliki sifat larut dalam air. Boleh dianggap PVA seperti lem yang bisa larut air, dalam bentuk filamen keras.

PVA bersifat hyfroscopic. Sangat menyerap air sehingga anda harus extra hati-hati saat menyimpan filament PVA. Jika PVA sudah terlalu banyak menyerap air, maka PVA ini akan mengeluarkan suara mendesis dan meletup kecil ketika dicetak. Untuk mengatasi hal ini, panaskan PVA dalam oven untuk mengeluarkan kelembaban dan simpan dalam kantong plastik tertutup.

PVA punya suhu leleh mirip dengan PLA. Karena itu PVA cocok digunakan sebagai support material untuk PLA.

Tiap merek PVA biasanya punya karater berbeda. Namun yang penting diperhatikan adalah, apabila anda mencetak PVA dengan suhu terlalu panas, PVA akan menjadi kerak dan membuat nozzle menjadi buntu. Dengan kata lain, PVA sangat mudah menyebabkan clogging. karena itu usahakan temperatur serendah mungkin dan retract filamen dari nozzle jika tidak diperlukan.

Cara terbaik untuk melepas Support Material dari PVA adalah mematahkannya sebisa mungkin. Setelah cukup bersih, masukkan dalam air hangat. Hati-hati, jika air terlalu panas, PLA anda bisa melengkung. Panas yang tepat adalah seperti air hangat untuk mandi.

HIPS (High Impact Polystyrene) adalah asynthetic copolymer yang kuat, awet, tidak beracun, larut dalam limonen. Limonen adalah cairan yang dihasilkan dari kulit jeruk.

HIPS sangat bagus digunakan sebagai support material untuk bahan ABS, karena punya titik leleh yang hampir sama. HIPS dicetak dengan temperatur 230 – 240 derajat celcius.

Seperti halnya ABS, HIPS juga membutuhkan heatbed dengan suhu 90 – 115 derajat celcius.

Setelah selesai cetak, tunggu hingga benar-benar dingin. Jika kita melepas obyek sebelum benar benar dingin, maka hasil cetak bisa bengkok.

Support material yang bisa larut sangat membantu dalam pencetakan 3D yang bentuknya rumit. Tidak semua bentuk bisa menggunakan support material biasa. Dan Support Material yang bisa larut akan menghasilkan hasil cetak yang lebih halus karena tidak melukai obyek cetak.

HIPS bisa juga digunakan untuk printing cetakan langsung. Namun jarang yg menggunakannya karena kekuatan HIPS hanya berkisar 25-50 persen dari kekuatan PLA.